Workshop Aplikasi SIMONEV 2013 dan Sosialisasi e-Proposal 2014

Dalam perencanaan pembangunan pertanian, aparatur pertanian dituntut untuk mampu mengidentifikasi dan menginventarisasi seluruh permasalahan yang muncul di lapangan dan mampu memformulasikan solusi yang tepat sesuai dengan kekhasan kondisi di wilayahnya.  Untuk mencapai hal tersebut diperlukan koordinasi dan keterpaduan program dan kegiatan antara Pusat, Provinsi dan Kabupaten/Kota.

Pembukaan workshop

Selain itu, aparatur pertanian juga dituntut untuk dapat bersikap lebih kreatif dan responsif dalam merespon berbagai perkembangan dan kemajuan teknologi informasi, khususnya teknologi informasi yang berbasis aplikasi online dan website.

Untuk peningkatan kemampuan dan kapasitas aparatur serta meningkatkan kinerja manajemen pembangunan pertanian yang lebih efektif dan efisien, Biro Perencanaan pada tanggal 13-15 Maret 2013 menyelenggarakan Workshop Aplikasi SIMONEV dan Sosialisasi e-Proposal Wilayah Timur,di Garden Palace Hotel, Surabaya.  Pelaksanaan workshop di Kota Surabaya ini dikhususkan untuk peserta aparatur yang berasal dari wilayah Kalimantan, Sulawesi, Bali dan Papua. Jumlah Peserta yang menghadiri acara workshop ini berjumlah 156 orang dari SKPD di wilayah timur.

Acara workshop dibuka oleh Sekretaris Jenderal yang diwakili oleh Dr. Ir. Winny Dian Wibawa, M.Sc yang menjabat sebagai Kepala Biro Perencanaan, Kementerian Pertanian. Dalam arahannya, Kepala Biro Perencanaan memaparkan bahwa kinerja pelaksanaan program dan kegiatan pembangunan pertanian seyogyanya bukan hanya dilihat dari aspek capaian serapan anggaran, namun yang lebih penting adalah aspek capaian outcome dan dampak, yang hasil manfaatnya dapat dilihat pada tahun berjalan.  Untuk itu, menurut Sekretaris Jenderal, aplikasi SIMONEV merupakan salah satu instrumen penting yang dapat menjawab berbagai permasalahan di lapangan sebagai Feedback Early Warning.

Pada sesi selanjutnya, Kepala Biro Perencanaan memberikan paparan tentang pentingnya laporan pemantauan dan evaluasi.  Suatu laporan pemantauan dan evaluasi haruslah bermanfaat dalam memberikan feedback atas hasil capaian pelaksanaan program dan kegiatan.  Untuk itu menurut Kepala Biro Perencanaan, peningkatan prasarana dan sarana yaitu software dan hardware adalah sesuatu yang penting.  Namun yang lebih penting lagi adalah peningkatan kapasitas SDM aparatur pertanian. Terkait e-Proposal, dalam penentuan kebijakan ke depan, kegiatan yang diusulkan haruslah berdasarkan atas kebutuhan, bukan berdasarkan keinginan, lanjut Kepala Biro Perencanaan.


Diharapkan setelah berakhirnya workshop, para peserta dapat menindaklanjuti secara nyata dalam pelaksanaan pekerjaan di kantor baik dalam merancang proposal kegiatan maupun dalam memantau dan mengevaluasi kegiatan, serta mampu menyebarluaskan pengetahuan yang diperoleh ke SKPD kabupaten/kota masing-masing dengan metode Training of Trainer.(Admin Perencanaan)


Fatal error: Call to undefined function wp_related_posts() in /home/pertani1/public_html/wp-content/themes/lentovu/templates/single.post.template.html on line 33